News Update :

Mengenal Antiseptik

Penulis : Unknown on Monday, April 29, 2013 | 10:29 AM

Monday, April 29, 2013

Antiseptik adalah agen kimia yang mencegah, memperlambat atau menghentikan pertumbuhan mikro-organisme (kuman) pada permukaan luar tubuh dan membantu mencegah infeksi. Beberapa antiseptik mampu membunuh kuman (bakteriosida), sedangkan yang lain hanya mencegah atau menghambat pertumbuhan mereka (bakteriostatik). Antiseptik berbeda dengan antibiotik, yang menghancurkan kuman di dalam tubuh, dan dari disinfektan, yang menghancurkan kuman pada benda mati.

Penggunaan antiseptik

Antiseptik terutama digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi pada luka. Sediaan antiseptik dapat digunakan untuk mengobati luka memar, luka iris, luka lecet dan luka bakar ringan. Penerapan antiseptik pada luka mungkin perlu diikuti tindakan lain seperti pembersihan dan penutupan luka dengan pembalut agar tetap bersih dan terjaga.

Selain itu, antiseptik juga dapat digunakan untuk:
  • Disinfeksi tangan: menjadi pengganti atau menyempurnakan membasuh tangan dengan air. Tenaga medis dan paramedis harus melakukan disinfeksi tangan dengan antiseptik sebelum dan sesudah melakukan tindakan medis.
  • Disinfeksi pra-tindakan: antiseptik diterapkan ke lokasi tindakan untuk mengurangi flora kulit.
  • Disinfeksi membran mukosa: irigasi antiseptik dapat ditanamkan ke dalam uretra, kandung kemih atau vagina untuk mengobati infeksi atau membersihkan rongga sebelum kateterisasi.
  • Disinfeksi mulut dan tenggorokan: Obat kumur antiseptik dapat digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi mulut dan tenggorokan.

Jenis-jenis antiseptik

Ada banyak sekali agen kimia yang dapat digunakan sebagai antiseptik. Beberapa antiseptik yang umum digunakan adalah etakridin laktat (rivanol), alkohol, yodium, dan hidrogen peroksida. Sebagian besar produk antiseptik di pasar mengandung satu atau lebih campuran zat tersebut.

1. Etakridin laktat (rivanol)

Etakridin laktat adalah senyawa organik berkristal kuning oranye yang berbau menyengat. Penggunaannya sebagai antiseptik dalam larutan 0,1% lebih dikenal dengan merk dagang rivanol. Tindakan bakteriostatik rivanol dilakukan dengan mengganggu proses vital pada asam nukleat sel mikroba. Efektivitas rivanol cenderung lebih kuat pada bakteri gram positif daripada gram negatif. Meskipun fungsi antiseptiknya tidak sekuat jenis lain, rivanol memiliki keunggulan tidak mengiritasi jaringan, sehingga banyak digunakan untuk mengompres luka, bisul, atau borok bernanah. Bila Anda memiliki bisul di pantat, duduk berendam dalam larutan rivanol dapat membantu mempercepat penyembuhannya. Untuk luka kotor yang berpotensi infeksi lebih besar, penerapan jenis antiseptik lain yang lebih kuat disarankan setelah luka dibersihkan.

2. Alkohol

Alkohol adalah antiseptik yang kuat. Alkohol membunuh kuman dengan cara menggumpalkan protein dalam selnya. Kuman dari jenis bakteri, jamur, protozoa dan virus dapat terbunuh oleh alkohol. Alkohol (yang biasanya dicampur yodium) sangat umum digunakan oleh dokter untuk mensterilkan kulit sebelum dan sesudah pemberian suntikan dan tindakan medis lain. Alkohol kurang cocok untuk diterapkan pada luka terbuka karena menimbulkan rasa terbakar.

Jenis alkohol yang digunakan sebagai antiseptik adalah etanol (60-90%), propanol (60-70%) dan isopropanol (70-80%) atau campuran dari ketiganya. Metil alkohol (metanol) tidak boleh digunakan sebagai antiseptik karena dalam kadar rendah pun dapat menyebabkan gangguan saraf dan masalah penglihatan. Metanol banyak digunakan untuk keperluan industri.

3. Yodium

Yodium atau iodine biasanya digunakan dalam larutan beralkohol (disebut yodium tinktur) untuk sterilisasi kulit sebelum dan sesudah tindakan medis. Larutan ini tidak lagi direkomendasikan untuk mendisinfeksi luka ringan karena mendorong pembentukan jaringan parut dan menambah waktu penyembuhan. Generasi baru yang disebut iodine povidone (iodophore), sebuah polimer larut air yang mengandung sekitar 10% yodium aktif, jauh lebih ditoleransi kulit, tidak memperlambat penyembuhan luka, dan meninggalkan deposit yodium aktif yang dapat menciptakan efek berkelanjutan. Salah satu merk antiseptik dengan iodine povidone adalah betadine.

Keuntungan antiseptik berbasis yodium adalah cakupan luas aktivitas antimikrobanya. Yodium menewaskan semua patogen utama berikut spora-sporanya, yang sulit diatasi oleh disinfektan dan antiseptik lain. Beberapa orang alergi terhadap yodium. Tanda alergi yodium adalah ruam kulit kemerahan, panas, bengkak dan terasa gatal.

4. Hidrogen peroksida
Larutan hidrogen peroksida 6% digunakan untuk membersihkan luka dan borok. Larutan 3% lebih umum digunakan untuk pertolongan pertama luka gores atau iris ringan di rumah. Hidrogen peroksida sangat efektif memberantas jenis kuman anaerob yang tidak membutuhkan oksigen. Namun, oksidasi kuat yang ditimbulkannya merangsang pembentukan parut dan menambah waktu penyembuhan. Untuk mengurangi efek sampingnya, hidrogen peroksida sebaiknya digunakan dengan air mengalir dan sabun sehingga paparannya terbatas. Jika menggunakan hidrogen peroksida sebagai obat kumur, pastikan Anda mengeluarkannya kembali setelah berkumur. Jangan menelannya.

Selain keempat bahan di atas, di masa lalu ada juga antiseptik berbasis merkuri yang dikenal dengan nama merkurokrom atau obat merah. Obat merah kini tidak dianjurkan, bahkan dilarang di banyak negara maju, karena kandungan merkurinya dapat berbahaya bagi tubuh. Beberapa zat alami seperti madu, lidah buaya dan bawang putih juga bisa digunakan sebagai antiseptik.

Beberapa tips untuk Anda
Ketahui cara pemberian antiseptik. Dosis dan penggunaan yang benar tergantung pada masing-masing produk. Tidak semua antiseptik sesuai untuk semua kondisi. Beberapa antiseptik dapat merusak kulit jika luka ditutupi setelah penerapannya. Antiseptik lain harus dibiarkan kering sepenuhnya sebelum luka ditutup. Periksa petunjuk di label atau kemasan atau tanyakan kepada apoteker cara menggunakan antiseptik dengan benar.
Antiseptik tidak dimaksudkan untuk pengunaan lebih dari satu minggu. Jika dalam seminggu luka Anda belum sembuh atau membaik, Anda harus menghentikan penggunaannya dan segera berkonsultasi dengan dokter Anda.
Hanya luka ringan yang cukup diobati dengan antiseptik. Beberapa jenis cedera mungkin memerlukan perawatan medis dan tidak bisa hanya diobati sendiri dengan antiseptik. Luka tersebut termasuk: luka besar, luka potong yang dalam, luka yang terus mengeluarkan darah, luka yang perlu jahitan, luka bakar tingkat lanjut, luka dengan benda tertanam yang tidak dapat dicabut, gigitan hewan, luka tusuk, dan luka mata. Ingatlah bahwa antiseptik hanya memberantas kuman di permukaan kulit, untuk kuman di bagian yang lebih dalam Anda perlu antibiotik.
Beberapa jenis antiseptik dapat mengiritasi kulit. Tanyakan ke dokter sebelum menggunakan produk antiseptik pada anak di bawah usia dua tahun. Kulit bayi memiliki jaringan yang belum berkembang sempurna sehingga sensitif terhadap zat kimia apa pun, termasuk antiseptik. Orang tua dan orang dengan kulit sensitif juga perlu menanyakan ke dokter atau apoteker sebelum menggunakan antiseptik.
Yodium mungkin meninggalkan noda di kulit. Noda itu bisa dihilangkan dengan senyawa yang disebut natrium tiosulfat. Bila Anda memiliki noda bekas yodium dan ingin menghilangkannya, tanyakan ke apoteker untuk membantu mendapatkan senyawa itu.
Antiseptik tidak diketahui berinteraksi dengan obat-obatan lainnya. Namun, sebaiknya tidak menggunakan antiseptik bersama dengan krim, cairan atau salep topikal lain.
Beberapa antiseptik dapat menyebabkan dermatitis kontak alergi. Bila Anda memiliki alergi, Anda perlu mengecek dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan produk antiseptik yang dijual bebas.


sumber: http://majalahkesehatan.com/
comments | | Read More...

Apa si Diabetes itu ?

Penulis : Unknown on Wednesday, April 10, 2013 | 1:03 AM

Wednesday, April 10, 2013

Ini awal kalinya aku menulis tentang kesehatan di blog, dan ini tentang diabetes. Februari kemarin, aku baru tahu kalau ternyata aku mengidap Diabetes Type 1 saat aku dirawat inap di RSU Banyumas. Dari inilah aku mulai peduli dengan kesehatanku (dan kalian, dan aku akan tuliskan apa yang aku tahu tentang penyakit ini, demi aku, dan kalian). Dan dari ini lah aku tahu bahwa hidup itu penuh warna, bukan hanya hitam dan putih.

Mengidap Diabetes/Diabetes Mellitus (DM)/Kencing Manis/Penyakit Gula, itu berarti tubuhmu tidak bekerja dengan baik dalam menggunakan/memanfaatkan makanan yang engkau makan karena adanya gangguan pada metabolisme karbohidrat. Kebanyakan dari apa yang engkau makan perlu diubah/dipecah menjadi gula yang disebut dengan glucose/glukosa, sumber bahan bakar utama bagi tubuh kita.

Tetapi masalahnya, supaya glukosa trsebut dapat masuk ke sel-sel dalam tubuh kita, dia membutuhkan insulin, yang merupakan hormon yang diproduksi/dihasilkan oleh sel-sel beta pankreas. Pankreas pada seseorang yang menderita diabetes hanya dapat memproduksi sedikit insulin, atau bahkan tidak dapat memproduksi sama sekali, atau tubuhnya tidak dapat merespon insulin yang dihasilkan. Sehingga glukosa menjadi menumpuk dalam darah dan akhirnya terbuang. Lebih buruknya lagi, semua glukosa tersebut menyatu dalam aliran darah yang bisa menyebabkan komplikasi khas diabetes seperti penyakit jantung, mata, ginjal, saraf, dan organ lainnya.

Tipe diabetes dimana pankreas hanya dapat menghasilkan sedikit insulin atau bahkan tidak sama sekali dinamakan dengan Diabetes Tipe 1. Untuk tetap dapat melangsungkan hidupnya, orang dengan diabetes tipe 1 harus menyuntikkan insulin buatan setiap harinya. Yang mana pada tahun 1921 Dr Frederick Banting menemukan cara untuk mengekstrak insulin dari pankreas hewan.

Diabetes Tipe 1 sebelumnya disebut dengan istilah juvenile-onset diabetes (diabetes anak-anak), karena dia kebanyakan menyerang orang-orang muda, meskipun dia dapat menyerang pada usia berapapun. Dan diabetes tipe ini berkisar antara 5-10 persen saja dari seluruh diabetes yang terdiagnosa. Gejala-gejalanya antara lain meningkatnya rasa haus dan sering buang air kecil, gampang merasa kelaparan, penurunan berat badan, penglihatan kabur, dan terlalu kelelahan.

Sejauh ini, diabetes yang paling umum terjadi adalah Diabetes Tipe 2. Sekitar 90 s/d 95 persen dari pengidap diabetes adalah diabetes tipe ini. Diabetes tipe ini biasanya menyerang orang-orang dewasa di atas 40 tahun, dan yang paling umum adalah orang dewasa di atas 55 tahun. Dan 80 persen dari mereka adalah orang-orang yang overweight/obesitas/kelebihan berat badan.

Ketika seseorang mengidap Diabetes Tipe 2, biasanya pankreas mereka masih bisa menghasilkan insulin, tetapi karena beberapa alasan tubuh tidak dapat menggunakan insulin tersebut secara efektif, kondisi ini dinakaman dengan resistensi insulin (insulin resistance). Sementara dia memiliki penyebab yang berbeda dengan tipe 1, tapi hasil akhirnya adalah sama, yakni penumpukkan yang tidak sehat dari glukosa di dalam darah.


Gejala-gejala diabetes tipe 2 ini berkembang secara bertahap, dan tidak terlihat seperti pada diabetes tipe 1. Gejala-gejalanya termasuk rasa lelah atau sakit, sering kencing (terutama pada malam hari), rasa haus yang tidak biasa, penurunan berat badan, penglihatan kabur, sering infeksi dan penyembuhan luka yang lambat. Banyak orang yang tidak mengalami gejala-gejala tersebut, namun mereka terkejut ketika dokter mendiagnosa mereka bahwa mereka menderita diabetes.

Tipe ke-3 dari penyakit ini disebut gestational diabetes. Diabetes tipe ini menyerang (atau ditemukan) selama kehamilan. Meskipun diabetes tipe ini akan menghilang saat melahirkan/kehamilan berakhir, wanita yang pernah mengalami gestational diabetes ini memiliki resiko lebih besar terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Subhaanalloh, Astaghfirulloh

Artikel ini aku dapatkan dari NutriNews.com melalui Mendosa.com
comments | | Read More...

Accurate Times

Penulis : Unknown on Sunday, April 7, 2013 | 7:22 PM

Sunday, April 7, 2013

Accurate Times adalah sebuah program yang diadopsi oleh Jordanian Ministry of Islamic Affairs untuk menghitung waktu/jadwal shalat di Jordan. Program yang dibuat oleh Mohammad Odeh - ketua Islamic Crescents' Observation Project (ICOP) - ini berjalan pada sistem operasi Windows.



Accurate Times dapat menghitung even-even astronomis berikut ini:
  • Waktu/Jadwal Shalat (Fajar/Shubuh, Terbit, Dzuhur, 'Ashar, Maghrib, 'Isya)
  • Arah Qiblat
  • Waktu Qiblat
  • Konversi Hijriah-Masehi (dan sebaliknya)
  • Alarm adzan otomatis ketika masuk waktu shalat
  • Pengingat beberapa menit sebelum masuk waktu shalat
  • and more

Info lebih lengkap silahkan kunjungi website resminya.
Untuk download aplikasi tersebut juga silahkan kunjungi website resminya.
Atau juga bisa download yang sudah saya re-upload.(versi 5.3.6 -- 3.6 MB)

comments | | Read More...

Popular Posts

 

Copyright © 2012-2013. Ibnu Climber . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger