Pages - Menu

Wednesday, April 10, 2013

Apa si Diabetes itu ?

Ini awal kalinya aku menulis tentang kesehatan di blog, dan ini tentang diabetes. Februari kemarin, aku baru tahu kalau ternyata aku mengidap Diabetes Type 1 saat aku dirawat inap di RSU Banyumas. Dari inilah aku mulai peduli dengan kesehatanku (dan kalian, dan aku akan tuliskan apa yang aku tahu tentang penyakit ini, demi aku, dan kalian). Dan dari ini lah aku tahu bahwa hidup itu penuh warna, bukan hanya hitam dan putih.

Mengidap Diabetes/Diabetes Mellitus (DM)/Kencing Manis/Penyakit Gula, itu berarti tubuhmu tidak bekerja dengan baik dalam menggunakan/memanfaatkan makanan yang engkau makan karena adanya gangguan pada metabolisme karbohidrat. Kebanyakan dari apa yang engkau makan perlu diubah/dipecah menjadi gula yang disebut dengan glucose/glukosa, sumber bahan bakar utama bagi tubuh kita.

Tetapi masalahnya, supaya glukosa trsebut dapat masuk ke sel-sel dalam tubuh kita, dia membutuhkan insulin, yang merupakan hormon yang diproduksi/dihasilkan oleh sel-sel beta pankreas. Pankreas pada seseorang yang menderita diabetes hanya dapat memproduksi sedikit insulin, atau bahkan tidak dapat memproduksi sama sekali, atau tubuhnya tidak dapat merespon insulin yang dihasilkan. Sehingga glukosa menjadi menumpuk dalam darah dan akhirnya terbuang. Lebih buruknya lagi, semua glukosa tersebut menyatu dalam aliran darah yang bisa menyebabkan komplikasi khas diabetes seperti penyakit jantung, mata, ginjal, saraf, dan organ lainnya.

Tipe diabetes dimana pankreas hanya dapat menghasilkan sedikit insulin atau bahkan tidak sama sekali dinamakan dengan Diabetes Tipe 1. Untuk tetap dapat melangsungkan hidupnya, orang dengan diabetes tipe 1 harus menyuntikkan insulin buatan setiap harinya. Yang mana pada tahun 1921 Dr Frederick Banting menemukan cara untuk mengekstrak insulin dari pankreas hewan.

Diabetes Tipe 1 sebelumnya disebut dengan istilah juvenile-onset diabetes (diabetes anak-anak), karena dia kebanyakan menyerang orang-orang muda, meskipun dia dapat menyerang pada usia berapapun. Dan diabetes tipe ini berkisar antara 5-10 persen saja dari seluruh diabetes yang terdiagnosa. Gejala-gejalanya antara lain meningkatnya rasa haus dan sering buang air kecil, gampang merasa kelaparan, penurunan berat badan, penglihatan kabur, dan terlalu kelelahan.

Sejauh ini, diabetes yang paling umum terjadi adalah Diabetes Tipe 2. Sekitar 90 s/d 95 persen dari pengidap diabetes adalah diabetes tipe ini. Diabetes tipe ini biasanya menyerang orang-orang dewasa di atas 40 tahun, dan yang paling umum adalah orang dewasa di atas 55 tahun. Dan 80 persen dari mereka adalah orang-orang yang overweight/obesitas/kelebihan berat badan.

Ketika seseorang mengidap Diabetes Tipe 2, biasanya pankreas mereka masih bisa menghasilkan insulin, tetapi karena beberapa alasan tubuh tidak dapat menggunakan insulin tersebut secara efektif, kondisi ini dinakaman dengan resistensi insulin (insulin resistance). Sementara dia memiliki penyebab yang berbeda dengan tipe 1, tapi hasil akhirnya adalah sama, yakni penumpukkan yang tidak sehat dari glukosa di dalam darah.


Gejala-gejala diabetes tipe 2 ini berkembang secara bertahap, dan tidak terlihat seperti pada diabetes tipe 1. Gejala-gejalanya termasuk rasa lelah atau sakit, sering kencing (terutama pada malam hari), rasa haus yang tidak biasa, penurunan berat badan, penglihatan kabur, sering infeksi dan penyembuhan luka yang lambat. Banyak orang yang tidak mengalami gejala-gejala tersebut, namun mereka terkejut ketika dokter mendiagnosa mereka bahwa mereka menderita diabetes.

Tipe ke-3 dari penyakit ini disebut gestational diabetes. Diabetes tipe ini menyerang (atau ditemukan) selama kehamilan. Meskipun diabetes tipe ini akan menghilang saat melahirkan/kehamilan berakhir, wanita yang pernah mengalami gestational diabetes ini memiliki resiko lebih besar terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Subhaanalloh, Astaghfirulloh

Artikel ini aku dapatkan dari NutriNews.com melalui Mendosa.com

No comments:

Post a Comment